Rabu, 04 April 2012

WISATA HUTAN MANGROVE SURABAYA

Surabaya, Sunday 18 & 25 March 2012 
Nongklek aza with my niece : Dana Savana Putri, Sonia Ariyanti, dan Oni Ariyani


Sebagai warga kota Surabaya, kepenatan dunia kerja selama 6 hari bisa membuat stress dan depresi. Tak hanya kaum dewasa aja, anak-anak sekolah pun bisa jadi juga merasakannya. Sebagai pengobat kepenatan tadi, ada baiknya sejenak kita bersantai ria untuk memanjakan diri bersama keluarga. Apakah anda sebagai warga kota Surabaya semua bingung, harus kemana untuk bisa melepas kepenatan tadi?. Jangan takut, di Surabaya telah dibangun hutan yang sekiranya bisa membuat fresh otak dan bisa buat kumpul keluarga atau bisa juga buat hunting foto bagi mereka yang suka fotografi. Mau tau namanya?. Yupzh...Hutan Mangrove adalah jawabannya. Mungkin banyak yang kurang tau ato sekedar mendengar namanya doank. Ok ...kali ini aku bersama adik-adikku hunting fotografi ke lokasi Hutan Mangrove Surabaya. Mo tau sekilas tentang Hutan Mangrove...??? ok..lansung aja kita menuju ke TKP...........

Pesatnya pembangunan di Kota Surabaya membuat sebagai besar warga merasa tidak yakin jika di kota metropolitan tersebut masih terdapat wisata alam, yakni berupa pemanfaatan atau konservasi hutan mangrove. Namun, semua itu akhirnya terjawab sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka Ekowisata Mangrove Wonorejo (EWM) yang menjual rehabilitasi, edukasi, dan rekreasi yang bertempat di kawasan Pantai Timur Surabaya. Pengelola memberlakukan sistem paket untuk jalur wisata tersebut.


Untuk mencapai tempat wisata kaya keindahan alam ini, masyarakat harus menempuh jarak sekitar lima kilometer dari Jembatan MERR II-C yang ada di kawasan Pondok Nirwana atau Stikom Surabaya.Dari jembatan itu, pengunjung berjalan ke arah timur melewati IPH School, pangkalan taksi Orenz, hingga menemui penunjuk arah menuju EMW. Jarak tempuh dari titik itu hingga ke lokasi berkisar 2,5 kilometer. Setelah mengikuti panduan itu, pengunjung akan menemui jalan makadam hingga menjumpai Boezem Wonorejo. Jalan itu berjarak 2,5 kilometer yang bisa ditempuh sepeda motor maupun mobil. Hanya saja, jika musim hujan jalannya sulit dilalui. Untuk mengetahui kekayaan alam di Hutan Mangrove Wonorejo, pengunjung harus menyusuri dengan menggunakan perahu. Selama berada di perahu, tamu akan dipandu pemandu wisata dari pemuda-pemudi karang taruna setempat. Usai perjalanan itu, pengunjung akan diajak ke sekretariat lembaga ekowisata yang berada di kantor Kelurahan Wonorejo di Jalan Wonorejo 1. Di sekretariat itu, pengelola telah menyiapkan aneka produk karya warga Wonorejo untuk para pengunjung. Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, Wiwiek Widayati menuturkan bahwa pihaknya akan membantu Kecamatan Rungkut selaku pengelola dan pemeliharan wisata mangrove, dalam bidnag promosi."Kami akan mencoba mempromosikan wisata mangrove dengan menarik wisata kapal pesiar yang memang ada rute di Indonesia. Kami berupaya untuk masukkannya ke Surabaya," ujarnya. Selain itu, kata Wiwiek, pihaknya akan melakukan promosi lainya di bidang kegiatan seni budaya. Harapannya di wisata mangrove sering diadaakan kegiatan seni budaya, sehingga bisa menarik pengunjung atau para wisatawan."Tentunya promosi ini juga harus diimbangi dengan kegiatan seperti pengoptimalan dan penyediaan infrakstruktur lainnya," ujarnya. Disisi lain, agar populasi monyet jenis laut atau monyet berekor panjang tidak punah, Kecamatan Rungkut melepas monyet ekor panjang ke konservasi wisata hutan mangrove di Wonorejo. "Sebenarnya di kawasan itu sudah ada. Tapi populasinya sedikit, sehingga tidak terlihat wisatawan yang sedang mengunjungi kawasan ini," kata Camat Rungkut, Irvan Widiyanto. Irvan berharap dan mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi wisata hutan mangrove, Wonorejo, Rungkut ikut menjaga dan melestarikan ekosistem monyet maupun tanaman mangrove."Kami berharap kepada masyarakat juga berperan aktif dengan ikut menjaga serta melestarikan populasi monyet dan tanaman mangrove," ucapnya berharap.























































Jumat, 27 Januari 2012

PANTAI POPOH TULUNGAGUNG

surabaya, 21-22 Januari 2012 nongklek aza with friend's
Dingin nya udara malam tak menghentikan langkahku dan teman-teman ku untuk melakukan touring ke Tulungagung. Dengan naik motor, kita ber enam, berkendara beriring-iringan. Karena terlalu dingin udara jalanan, kita pun terserang lapar dan ngantuk yang amat sangat. Akhirnya perjalan kita berhenti di kota Jombang untuk sekedar makan dan ngopi. Karena suasana yang nyaman dan penat yang sangat, kita pun tertidur juga di lesehan warung kopi tersebut.
Setelah selepas subuh, kita kembali melanjutkan perjalanan ke Tulungagung. Karena udara pagi yang segar dan sejuk, membuat aku dan teman-teman semangat dalam perjalanan ini. Kupacu motor ku agar cepat sampai di pantai Popoh yang selalu bikin aku penasaran. Setelah kurang lebih perjalan selama 4 jam dari Jombang, kamipun sampai di pantai Popoh Tulungagung. Pantai Popoh adalah obyek wisata pantai yang terletak di pesisir Samudra Hindia Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia. Pantai ini merupakan salah satu obyek wisata andalan Tulungagung.
Popoh berada sekitar 30 km sebelah selatan kota Tulungagung. Kawasan Popoh berada di ujung timur Pegunungan Kidul. Pantai popoh merupakan pantai yang telah dikembangkan dengan baik oleh P.R. Retjo Pentung. Akses menuju pantai popoh dapat ditempuh dengan aman dan nyaman melalui jalan aspal.
Pantai ini berbentuk teluk sehingga suasana tercipta suasana khas didalamnya. Air yang cukup tenang, angin laut yang tidak begitu kuat, dan keindahan gunung disekitar teluk telah menjadi daya tarik utama pantai ini. Pantai Popoh ini memang dikelola dengan serius dan berkesinambungan oleh pemerintah daerah Tulugagung, hal ini dapat dilihat dengan kelengkapan fasilitas yang ditawarkan dan akses sarana dan prasarana yang ada. Dari tahun-ke tahun tingkat pengunjung selalu meningkat secara signifikan, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa PIP memang menawarkan nilai lebih untuk dijadikan tempat rekreasi dan darmawisata. Suasana pantai yang berhadapan langsung dengan laut bebas menjadikan PIP bernuansa wisata bahari yang sesungguhnya. Kita bisa merasakan wisata bahari dengan mengelilingi Teluk Popoh yang begitu fresh dan Nature, kita juga bisa melihat keindahan pantai lain disekitar Popoh yang jaraknya begitu dekat yaitu pantai Sidem, Pantai Sine dan pantai Klathak. Ketiga pantai ini masih berada disekitaran teluk Popoh sehingga baik keindahan maupun panorama yang disuguhkan memiliki tingkat nilai yang sama.
Dalam berwisata ke PIP dalam perjalanan kita akan melewati daerah yang hanya ada satu di Indonesia, apakah gerangan?.. daerah Besole..daerah ini sangat terkenal sebagai daerah pengrajin Onik batu pualam yaitu batu Marmer. Marmer hanya ada di Tulungagung, hampir semua gunung-gunung di daerah Besole Tulungagung merupakan daerah penambangan Marmer. Sehingga disini akan anyak sekali dijumpai buah tangan dari kerajinan batu marmer. Pantai Popoh merupakan salah satu obyek wisata andalan daerah Tulungagung, berbagai acara selalu diadakan di kawasan wisata ini baik itu musik ataupun acara-acara lain. Hampir setiap hari libur dan hari besar kawasan wisata ini selalu dipadati pengunjung, baik yang berasal dari sekitar Tulungagung maupun luar Tulungagung bahkan tidak sedikit yang berasal dari luar negeri.